Comentários do leitor

kegiatan-kegiatanku

por Bruce Simpson (2019-11-18)


Dua tahun yang lalu aku Royalflush88 berpisah dengan pria yang telah menjadi pasanganku selama hampir empat tahun, sebut saja Warungqq. Semenjak aku kuliah, kami harus menjalani hubungan jarak jauh. Awalnya, kami Jakartapoker selalu memberi kabar satu sama lain, berbincang setiap malam sampai kami tertidur, dan skype pada akhir minggu.(Lalu hubungan kami mulai merenggang) Aku semakin sibuk dengan wayangpoker kegiatan-kegiatanku yang membuat kami jarang berinteraksi. Ia seringkali marah padaku karena ia merasa aku Viopoker tidak memberikannya cukup waktu dan perhatian. Aku seringkali marah padanya karena aku merasa omdomino tidak bisa mengerti kesibukanku. Pada akhirnya, kami menyerah dan berhenti berkomunikasi. Aku selalu menganggap diriku sebagai Rajawaliqq yang kuat, oleh karena itu tak peduli seberapa besar rasa sedih yang aku alami saat itu, aku berusaha sekuat tenaga untuk baik-baik saja. Aku mencoba mengalihkan panenpoker pada aktivitas perkuliahan yang menyita sebagian besar waktuku. Dunia kami kala itu sangat berbeda sehingga tak banyak hal yang mengingatkanku pada Genkpoker. Setelah beberapa saat, aku mulai bisa terbiasa tanpanya. Sekitar satu bulan yang lalu aku baru saja menamatkan pendidikan pokergolden dan aku memutuskan untuk kembali ke tanah kelahiran sejenak sebelum melanjutkan pendidikanku. Walaupun aku tak sabar menghabiskan waktu poinqq bersama keluarga, aku juga sadar bahwa kepulangan ini akan membawaku pada masa laluku. Setiap sudut kota dan rumah akan dengan mudah membawa kembali kenanganku tentangnya dan aku tidak tahu apakah sehatpoker akan siap dengan semua pialaqq. Setelah lebih dari sepuluh jam perjalanan kereta abgqq, aku akhirnya sampai di kampung halamanku. Aku berjalan pelan menyusuri stasiun yang tak begitu ramai. Ketika aku melihat sekeliling, aku seakan melihat pecahan kenangan yang tak berurutan. Kereta dan stasiun telah menjadi bagian Doyanpoker dari hubungan kami dulu. Tangisan perpisahan dan senyum pertemuan. Kereta api membawa kami bertemu di tanah kelahiran dan kota perantauan. Apakah akhirnya akan bertemu dengannya kembali lapakqq? Pikirku Nirwanapoker. sampai dirumah sekitar pukul sembilan malam. Setelah berbincang dengan ayah ibuku, aku mengistirahatkan tubuhku sampai pokergalaxy keesokan harinya. Hari itu adalah hari pertama aku di rumah. Aku bangun agak siang karena masih sangat lelah dengan perjalanan kudapoker sehari sebelumnya. Dirumah aku amanqq menggunakan waktuku untuk berdiskusi bersama dewapoker. Mereka poker88 sudah cukup berumur dan aku tidak ingin melewatkan kesempatanku untuk mendengarkan cerita-cerita daunpoker. Seusai sholat maghrib, aku mulai bermain dengan adikku dan menemaninya belajar. Pada pukul liburpoker delapan, kami sedang mempelajari tentang kupu-kupu. Ketika aku mencoba menjelaskan pada adikku tentang perubahan ulat menjadi doiqq, aku bingung untuk menggunakan kata metamorfosa atau metamorfosis(lapak303). Setelah seharian asikqq tidak memegang , aku depoqq akhirnya mengambil cebanqq untuk mencari tahu perbedaan bosqq keduanya di internet. Disaat aonqq membuka ponselku, terdapat beberapa pesan dan panggilan tidak terjawab menangqq. Aku membuka pesan pertama lexispoker yang telah aku terima pukul 18.51 dan berisi sebuah pertanyaan yang tak akan pernah mobapoker lupakan, “Niken, Andi meninggal?” Aku ingat jelas apa yang aku rasakan detik itu. Aku balakqiu. Tanganku gemetar. Dadaku berdegup kuat dan dalam hati aku berteriak “Enggak, qqpokerraja. Enggak. Ini Bercanda. Bohong. Bohong. Bohong” Aku belum menjawab pesan tersebut dan membaca satu pesan dari temanku yang lain yang hanya bertuliskan “Niken?”. Aku merasa aku sedang mengalami sebuah mimpi buruk dan aku sangat ingin terbangun Singapoker. Setelah aku membuka pesan-pesan yang lain dan pesan dari pokersilang sepupunya, semuanya semakin jelas bahwa aku sedang tidak bermimpi dan berita itu adalah sebuah kenyataan yang harus pokerrolex terima. Setelah aku putus dengannya, aku belum pernah menjalin dewatogel hubungan serius dengan pria lain. Ia adalah lelaki terakhir yang aku perkenalkan kepada kedua pokerbo. Terkadang Ibuku bertanya mengapa poker3x tidak menjalin hubungan lagi setelah Andi, Ibu mengira aku masih memiliki perasaan padanya. Sejauh yang aku tau, ia juga belum menjalin hubungan serius dengan wanita lain juarapoker setelah mengakhiri hubungan kami. Sebelumnya, aku sangat yakin bahwa aku sudah tidak mencintainya dan begitu pula sebaliknya. Namun malam itu, aku mulai meragukan diriku sendiri. Pokerpelangi merasakan hantaman yang sangat hebat di dadaku sehingga aku berpikir apakah selama ini aku belum benar-benar melupakannya? Atau ini hanya respon normal akan kematian seseorang yang pernah ada dalam hidup indobetpoker? Walaupun terasa sangat sakit, aku tidak menangis malam pokertiam. Aku tidak pula menangis keesokan hari ketika aku telah siap untuk berangkat ke rumah Andi. Aku seakan masih belum percaya akan kematiannya. Dia sehat. Dia tidak sakit. Dia suka berolahraga. Dia tidak memiliki riwayat penyakit berbahaya. Jika aku mendapat kabar tentangnya, aku yakin Pokerjazz akan menerima kabar tentang pernikahannya. Mungkin aku akan sedih menerima sebuah undangan pernikahan, tapi setidaknya aku tahu Rajapoker akan bahagia. Setelah memarkir kendaraan tak jauh dari rumah dewapokerqq, aku mulai berjalan menuju rumahnya. Entah sudah berapa kali poker369 ke rumah itu dan bertemu kedua orangtuanya selama kita masih bersama, entah sudah berapa lama aku tak pernah mengunjungi rumah itu dan bertemu kedua orangtuanya PokerSenang setelah kami mengakhiri hubungan kami. Aku merasa tidak siap untuk mendekati kerumunan orang yang telah duduk di sekitar rumahnya. Beberapa poker1001 sebelum aku memasuki rumah Andi, aku melihat teman-teman kami semasa SMA. Tiba-tiba kenanganku dengannya seakan kembali dan tak terasa pipiku telah basah. Aku berhenti sejenak karena pokerace99 tidak sanggup untuk memasuki rumahnya. Setelah beberapa saat, aku memberanikan diriku untuk masuk dan bertemu dengan keluarga Andi. Aku melihat sebuah keranda hijau di ruang tamu namun aku biarkan ia hanya terlihat diujung mataku. Aku kingpoker99 tidak mau melihat kearah keranda itu. Aku Winnipoker tidak mau. Aku menolak untuk percaya bahwa pokerbet88 berada di dalam keranda tersebut. Aku memilih untuk maupoker duduk di luar rumah Andi dan bergabung bersama teman-teman yang lain. Beberapa dari mereka menghampiriku dan mengucapkan rasa belasungkawa mereka. Sebagian dari mereka menceritakan tentang kenangan mereka bersama Andi selama ini dan menanyakan bagaimana hubunganku dengannya Pokernet88. Hal itu membuatku mengerti bahwa banyak orang yang menganggap kami masih berpacaran dengan Pokerlounge99. Kemudian aku menyadari sesuatu yang tidak pernah terpikirkan olehku tentang perpisahan kami pokerutama. Aku pencetpoker tidak pernah memikirkan seberapa berat perpisahan itu untuknya. Untuk Andi yang masih berada di kota yang sama saat pertama kali aku bertemu dengannya. Untuk dia yang harus bertemu orang-orang yang sahamdomino saat kita menjalin hubungan. Aku kira dengan berakhirnya hubungan kami, akan berakhir pula segala hal yang menghubungkan dia denganku. Aku tidak menyadari bahwa selama ini ia masih harus menanggapi pertanyaan dan tanggapan orang tentang hubungan mukapoker. Bahwa setelah kami berpisah, ia masih harus menjawab pertanyaan tentang aku, tentang kabarku. “Maafkan aku. poker389 tidak tahu berapa lama waktu yang kamu perlukan untuk menyembuhkan lukamu dan aku tidak pernah bertanya padamu. Maafkan aku yang membiarkanmu sendiri menjawab pertanyaan tentang kisah yang kita jalani berdua. Maafkan aku telah berpikir bahwa jalan perpisahan itu mudah untukmu. Maafkan aku telah mengira remipoker bahwa semuanya telah baik-baik saja saat itu." "Aku teringat tawamu saat bigpoker88 mencoba menyudahi amarahku bcaqq. Aku teringat genggaman tanganmu ketika kamu membantuku menyeberang jalan. Aku ingat hangat bahumu ketika aku bersandar dalam perjalanan di kereta api. Aku mengingat tetes air pastipoker yang telah kita bagi bersama. Aku mengingat semuanya, sekarang. Aku mengingat betapa dulu aku sangat mencintaimu dan bersyukur akan kehadiranmu dalam hidupku. Maafkan aku Pokerclub88 yang tidak berjuang lebih keras untuk kita. Maafkan aku yang tidak mengerti pengorbananmu. Maafkan aku yang tak tahu besarnya cintamu pokerdex. Maafkanlah aku yang kehilangan diriku di tengah perjalanan kita, Sayang.” Sudah sebulan semenjak kepergian dominobet tapi sesungguhnya aku belum bisa percaya akan apa yang terjadi padanya. Walaupun begitu, aku harap ia telah sempat menemukan wanita yang membahagiakannya dan sempat menggapai mimpi-mimpinya sebelum Tuhan menjemput domino88 dalam tidurnya malam itu. Qqraja Bakatpoker Pokerrepublik Pokerlegenda Texaspokerqq Pokerzara Asianpoker88