Comentários do leitor

Nina ingin berteriak

por Editoria RVQ (2019-01-31)




Ternyata kamu lebih tulus dalam mencintai.


Kamu mampu men- jaga perasaanku walau untuk itu kamu banyak menderita.


Aku saja tahu diri dan selalu berharap lebih, selalu meminta lebih, tidak seperti kamu yang begitu tulus memberi.


Tanpa menuntut apa pun dariku.

Nin, sekarang aku tak ingin jasa seo semarang meragukanmu lagi, tolong, beri aku kesempatan untuk memperbaiki kekeliruanku.




Please Nin!" Yudi meraih tangan itu tapi dengan halus marah yang baru keluar membuncahkan segala rasa yang ia tekan sekian lama.


Reaksi yang sebenarnya sangat dinanti dan diha- rapkan Yudi dulu.


Kamu kira aku tetap diam dan sabar melihat perselingkuhanmu yang begitu merusak mata Yud? Aku cuma manusia yang unya batas kesabaran.


Aku nggak nyangka kamu tega menyulut bara yang selalu susah payah aku tahan dan kumatikan.


Padahal semua ini kulakuan untuk menjaga keutuhan Yud! Tak sangka, kamu berbuat seperti itu.


Kamu nggak pernah menghargai sedikit pun pengorbananku, kamu malah menghilangkan kepercayaanku!" "Nina…aku!" "Aku nggak ingin cinta yang terbagi Yud.


Dulu aku tak mau kamu menjauh dariku hingga aku berlaku dengan melupakan hal- hal yang manusiawi, marah, kesal semua aku tekan.


Aku berharap dengan begitu aku bisa berlaku sempurna di matamu.


Tapi nyata- nya….?" Sepasang kaki indah itu berayun cepat, membawa tangis yang tak mampu untuk dibendungnya.


Meninggalkan Yudi yang seperti terpaku pada tempatnya berpijak.


la merasa ada petir yang menyambar telak dan mencabik hatinya.


Bagaimana pun, kema- rahan Nina di luar dugaannya.


photo model itu.


Mula-mula hanya berupa gosip dari mulut ke mulut.


Nina masih tak acuh, tapi ketika melihat keakraban lain yang a lihat dari Yudi dan Lira sekelumit kecem- buruan mengisi ruang hatinya.


Apalagi penglihatannya dibarengi dengan gelagat sikap Yudi yang mulai menampakkan perubahan total.


Buruk sekali.

Tanpa perasaan kadang jasa seo Yudi melambaikan tangan dan menyapa mesra bila Lira melintas saat mereka sedang berdua.




Atau meninggalkan Nina begitu saja memenuhi panggilan Lira.


Yang lebih parah, ia rela meninggalkan Nina yang sudah lama menunggu, memilih membonceng Lira untuk mengantarkannya Apa-apaan ini? Yudi seperti tak memiliki perasaan lagi.


Mati rasa dia.


Padahal yang Nina lakukan selama ini untuk menjaga perasaannya telah mengorbankan perasaan manusiawinya.


Nina selalu menekan rasa marah.


Menghilangkan rasa cemburu yang menyediakan sabar tak kepalang tanggung untuk cowok itu Inikah balasan dari sikap mengalahnya selama ini? Bukan cinta yang ia dapat tapi yang ada cowok itu memanfaatkan segala kerelaan dan kormputer kebaikannya.


Lantas, haruskah ia terus bertahan dalam kesabaran tak berarti ini? Nina ingin marah.


Nina ingin berteriak.