Comentários do leitor

bat nesi

por Editoria RVQ (2019-01-05)


Tradisi membatik masyarakat Pacitan tidak terlepas dari peran kakak beradik Coenraad yang sekitar satu abad yang lalu menekuni usaha batik di Pacitan. Pengaruh motif batik gaya Solo dan pewarnaan gaya Yogyakarta pada karya-karya batik Pacitan sangat terlihat jelas. Namun berjalannya waktu, batik Pacitan tumbuh dan berkembang sesuai dengan gaya Pacitan sendiri. Kini kita kenal batik Pacitan yang sangat khas dengan motif-motif klasik pedalaman dan https://id.wikipedia.org/wiki/Batik_Sudagaran warna-warna yang lebih pekat dari soga.

Selain di Arjowinangun, sentra batik tulis asli Pacitan juga berada di Desa Lorok, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Pacitan. Di samping terkenat dengan batik motif Pace, Pacitan juga mempunyai batik khas yang disebut Batik Lorok. Dikenal dengan nama demikian, karena batik khas Pacitan tersebut tumbuh dan berkembang di Desa Lorok.

Motif Pace yang menjadi ciri khas batik Pacitan ditampilkan dengan memadukan ragam hias ukel dan bunga teratai. Dasar blok dengan motif batuan koral, mengisi kekosongan ruang di sela-sela motif utama. Hal ini tentu hendak menampilkan kondisi geografis Pacitan yang banyak terdapat batu-batuan. Makna yang terkandung pada motif Pace ini adalah sebuah ketulusan pabrik batik dan pengabdian seseorang kepada yang dikasihi agar terhindar dari berbagai macam musibah atau penyakit.

Potensi batik Pacitan selain batik Lorok, adalah batik Puri Cokrokembang. Berbeda dengan batik Lorok yang lebih terpengaruh batik Solo, batik Puri Cokrokembang lebih bernuansa batik Yogyakarta. Hal ini tentu berhubungan dengan keluarga Sukatno yang berasal dari Yogyakarta. Keluarga Sukatno mengembangkan tradisi membatik di Pacitan sejak tahun 1951. Ada 21 motif batik Puri Cokrokembang yang cukup populer, antara lain motif Parang Kusumo, Parang Klitik, Parang Rusak, Semen Romo, Parikesit, Dele Kecer, Gondosuli, dan sebagainya.

Batik Magetan

Selain sebagai salah satu kota wisata di Jawa Timur, ternyata Magetan mempunyai produk batik yang khas dan tidak kalah menariknya dibanding daerah lain di Indonesia. Banyak orang menyebut batik khas Magetan ini dengan batik Sido Mukti atau batik Pring. Disebut demikian karena batik khas Magetan ini bermotif pring atau bambu yang banyak tumbuh di Dusun Papringan, Desa Sidomukti, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan. Tempat itu merupakan sentra batik di Magetan yang telah tumbuh dan berkembang sejak dahulu kala. Tempat itu kini


Dikenal sebagai Kampung Batik. Selain bertani, di pabrik batik daerah ini batik telah menjadi tradisi sekaligus penghidupan masyarakat .secara turun-temurun. Namun, batik Sido Mukti atau batik Pring ini baru dikenal masyarakat secara luas sekitar tahun 1970.

Sebagai salah satu ciri khas batik Magetan, motif Pring Sedapur adalah gambaran berupa rumpun bambu di waktu malam yang di atasnya diterangi bulan purnama. Namun demikian, ada juga perajin yang menggambarkannya hanya berupa rumpun bambu tanpa bulan purnama. Batik khas Magetan memiliki karakter kuat yang tercermin dari kebebasannya dalam menggunakan warna-warna yang berani.

Dalam perkembangannya, para perajin batik juga memodifikasi motif tersebut dengan selera pasar. Walaupun dikenal dengan batik Sicfo Mukti atau batik Pring, sebenarnya di Kampung Batik itu juga menghasilkan batik dengan motif lain. Selain motif Pring Sedapur, para perajin juga membuat batik dengan motif Parang Rusak, Cucak Rowo, Bunga Mawar, dan sebagainya.

Batik Tuban


Dalam hal budaya, Tuban memiliki keunikan tersendiri. Kehidupan https://sites.google.com/site/gooretro1/batik-dari-indonesia-untuk-dunia sosial masyarakat Tuban dipengaruhi oleh tiga budaya yang tidak saling meniadakan. Ketiga kebudayaan itu sama-sama eksis dan berkembang. Ketiga kebudayaan itu adalah Jawa, Islam, dan Tiongkok.